Application2026-05-11

SSR vs CSR vs SSG

Disini saya akan menjelaskan perbedaan antara SSR, CSR, dan SSG. dengan secara Analogi agar mudah dipahami.

Bayangin kamu lagi lapar dan mau pesan pizza 🍕

Order Pizza

SSR (Server-Side Rendering)

👉 Seperti pesan pizza ke koki setiap kali kamu lapar.

  • Kamu bilang: “Aku mau pizza!”
  • Koki langsung bikin pizza baru khusus buat kamu.
  • Setelah selesai, baru dikirim.

🟢 Enaknya:

  • Pizza masih fresh 🍕
  • Cocok kalau isi pesanannya beda-beda tiap orang.

🔴 Kekurangannya:

  • Harus nunggu kokinya masak dulu.

📌 Contoh website:

  • Dashboard
  • Website yang datanya sering berubah
  • Halaman yang perlu SEO bagus

CSR (Client-Side Rendering)

👉 Seperti dikasih bahan pizza mentah.

  • Toko cuma kasih adonan, saus, dan topping.
  • Kamu sendiri yang masak di rumah.

Di website:

  • Browser kamu yang “masak” pakai JavaScript.

🟢 Enaknya:

  • Setelah jadi, website terasa cepat dan interaktif.
  • Cocok buat aplikasi seperti chat atau admin panel.

🔴 Kekurangannya:

  • Awal buka kadang putih/loading dulu ⏳

📌 Contoh:

  • Gmail
  • Discord
  • Aplikasi admin

SSG (Static Site Generation)

👉 Seperti pizza sudah dibuat dari pagi dan tinggal ambil.

  • Kamu datang.
  • Pizza sudah siap di rak.
  • Tinggal kasih ke kamu langsung.

🟢 Enaknya:

  • Sangat cepat ⚡
  • Tidak perlu masak lagi.

🔴 Kekurangannya:

  • Kalau topping berubah, harus bikin ulang.

📌 Contoh:

  • Blog
  • Landing page
  • Website company profile

Ringkasan gampangnya 🍕

  • SSR = Koki bikin pizza baru setiap ada pesanan
  • CSR = Kamu masak sendiri pizzanya
  • SSG = Pizza sudah siap dari tadi

Kalau di dunia website:

  • SSR → cepat untuk SEO & data fresh
  • CSR → cocok aplikasi interaktif
  • SSG → paling cepat untuk halaman statis
MSA

Muh Syahendra A

Frontend Developer