← Back to all articles

Bun 1.4.4: Kenapa Sekarang Saya Pakai Bun Ketimbang Node.js

Sekarang saya memilih Bun ketimbang Node.js untuk workflow pengembangan JavaScript dan TypeScript yang kompatibel. Alasannya cukup praktis: menjalankan kode, memasang dependency, menguji aplikasi, dan membuat bundle bisa dilakukan dengan satu toolkit. Di Bun 1.4.4, formatter bawaan ikut melengkapi alur tersebut.

Pilihan ini bukan berarti semua aplikasi Node.js harus langsung dipindahkan. Memakai Bun sebagai package manager juga berbeda dengan menjalankan aplikasi menggunakan runtime Bun. Keduanya perlu dibedakan sebelum membicarakan migrasi.

Bun 1.4.4 dirilis pada 22 Oktober 2026. Catatan resminya mencakup formatter baru, pemeriksaan tipe yang lebih cepat, perbaikan instalasi dependency, pembaruan database client, serta peningkatan kompatibilitas Node.js.

Apa itu Bun dan apa kelebihannya?

Bun adalah runtime JavaScript dan TypeScript yang menggunakan JavaScriptCore. Selain runtime, Bun menyediakan package manager, test runner, dan bundler dalam satu executable. Untuk pekerjaan sehari-hari, ini mengurangi jumlah tool terpisah yang perlu dipasang dan dikonfigurasi.

Beberapa kelebihan yang membuat saya memilih Bun:

  • Tooling terintegrasi. Instalasi dependency dengan bun install, pengujian dengan bun test, bundling dengan bun build, dan formatting dengan bun fmt tersedia dari tool yang sama.
  • Menjalankan TypeScript dan JSX langsung. Bun menangani transpilation ketika file dijalankan, sehingga script TypeScript tidak perlu dikompilasi secara terpisah terlebih dahulu. Menjalankan file tetap bukan pengganti pemeriksaan tipe.
  • Tetap memakai ekosistem npm. Bun dapat memasang package dari registry npm dan menjalankan banyak package yang ditulis untuk Node.js. Kompatibilitasnya luas, tetapi tidak identik untuk seluruh API dan dependency.
  • API bawaan untuk kebutuhan aplikasi. HTTP server, WebSocket, SQL client, dan SQLite tersedia tanpa harus mencari package tambahan untuk setiap kebutuhan tersebut.

Daya tariknya bagi saya ada pada alur kerja yang lebih ringkas. Klaim performa tetap perlu dibuktikan pada proyek sendiri, terutama jika alasan berpindah menyangkut latency, konsumsi memori, atau biaya server.

Yang baru di Bun 1.4.4

Formatter bawaan lewat bun fmt

Versi ini menambahkan bun fmt, formatter yang kompatibel dengan konfigurasi Prettier dan oxfmt. Bahasa yang didukung mencakup JavaScript, TypeScript, CSS, HTML, Vue, Svelte, JSON, YAML, dan Markdown.

# Format file di proyek
bun fmt

# Periksa formatting tanpa mengubah file
bun fmt --check

Menurut benchmark tim Bun pada repository Prettier dengan 2.616 file, bun fmt memerlukan sekitar 59,7 milidetik, sedangkan Prettier 3.9.10 memerlukan 17,1 detik. Angka ini berasal dari pengujian mereka, bukan pengukuran pada proyek saya, dan tidak berarti aplikasi yang dijalankan Bun menjadi ratusan kali lebih cepat.

Kompatibel juga tidak berarti seluruh hasil format selalu identik. Catatan rilis menjelaskan adanya perbedaan output dan batas dukungan plugin. Sebelum mengganti formatter tim, periksa perubahan file dan kebutuhan plugin yang sudah dipakai.

Pemeriksaan tipe lebih cepat dengan bun check

Tim Bun melaporkan peningkatan kecepatan bun check sebesar 1,4 hingga 7,8 kali pada lima proyek besar yang mereka tampilkan, dibandingkan Bun 1.4.3. Pada MUI docs, waktunya turun dari 10,28 detik menjadi 1,31 detik.

bun check

Hasil tersebut bergantung pada karakteristik proyek. Catatan rilis juga menyebut salah satu proyek internal Bun justru lebih lambat. Untuk proyek yang memakai pemeriksa khusus framework, pastikan kebutuhan pemeriksaan template dan integrasinya tetap terpenuhi sebelum mengganti perintah yang sudah ada.

Instalasi dependency dan migrasi lockfile diperbaiki

bun install kini dapat memigrasikan lockfile Yarn Berry atau Yarn 2+ sambil mempertahankan versi dependency yang dikunci, apabila seluruh entri dapat diterjemahkan. Jika tidak, Bun menampilkan alasannya dan kembali melakukan resolusi dari package.json. Karena itu, hasil migrasi tetap perlu diperiksa.

Permintaan registry yang gagal juga mendapat retry dengan exponential backoff, sehingga gangguan singkat tidak langsung menghabiskan seluruh percobaan. Untuk instalasi hoisted dengan cache yang sudah terisi di Linux, tim Bun melaporkan percepatan hingga 3,2 kali dibandingkan versi sebelumnya. Itu bukan klaim untuk semua instalasi, terutama ketika dependency masih harus diunduh.

Ada pula perintah baru untuk mengisi cache dependency tanpa membuat node_modules atau menjalankan lifecycle script:

bun pm fetch

Pembaruan SQL dan WebSocket

Pada benchmark PostgreSQL lokal milik tim Bun, Bun.SQL memakai CPU hingga 48% lebih sedikit per query untuk skenario point SELECT. Angka ini mengukur overhead client pada skenario tersebut, bukan pengurangan CPU seluruh database atau aplikasi.

Rilis ini juga menambahkan pembatalan query PostgreSQL yang berfungsi melalui query.cancel(), stream COPY, dan pembaruan bun:sqlite. Implementasi bawaan ws diperbarui agar perilakunya lebih sesuai dengan package ws di Node.js.

Kenapa sekarang memilih Bun ketimbang Node.js?

Untuk workflow yang kompatibel, saya lebih memilih satu tool yang dapat menangani banyak pekerjaan rutin. Bun memungkinkan saya memakai rangkaian perintah yang konsisten, dari memasang dependency sampai menjalankan script.

Contoh pemakaiannya:

# Pasang dependency dari package.json
bun install

# Jalankan script dev dari package.json
bun run dev

# Jalankan file TypeScript dengan runtime Bun
bun run index.ts

Ada detail yang mudah terlewat: bun run dev menjalankan isi script dev, tetapi belum tentu membuat seluruh proses memakai runtime Bun. CLI yang dipanggil script dapat tetap memilih Node.js melalui shebang-nya. Untuk memaksa CLI JavaScript memakai Bun, tersedia opsi berikut, asalkan tool tersebut memang kompatibel:

bun run --bun dev

Jadi, pernyataan “sekarang pakai Bun” perlu jelas konteksnya. Mengganti npm install dengan bun install adalah perubahan package manager; mengganti proses Node.js dengan Bun adalah perubahan runtime. Artikel ini menyatakan pilihan workflow, bukan klaim bahwa seluruh deployment sudah dimigrasikan atau diukur lebih cepat.

Kapan Node.js tetap dipakai?

Node.js tetap menjadi pilihan ketika dependency, native addon, alat observability, atau platform deployment membutuhkan perilaku Node.js tertentu. Dokumentasi kompatibilitas Bun masih mencatat sejumlah API yang belum lengkap atau memiliki perbedaan perilaku.

Sebelum memindahkan runtime aplikasi, periksa alur yang benar-benar dipakai: startup, build produksi, akses database, autentikasi, upload, background job, serta penanganan error. Jalankan juga integrasi monitoring dan proses deployment pada environment tujuan. Aplikasi yang berhasil menyala belum membuktikan seluruh alurnya kompatibel.

Saya memilih Bun untuk workflow yang cocok dengan kebutuhan proyek. Untuk layanan yang masih bergantung pada Node.js, runtime tetap dipertahankan sampai kompatibilitasnya terbukti.

Mencoba versi 1.4.4

Untuk memasang versi yang dibahas dalam artikel ini di macOS atau Linux, gunakan installer resmi dengan tag versi berikut. Perintah ini mengunduh dan menjalankan script instalasi; periksa sumbernya sebelum menjalankan:

curl -fsSL https://bun.sh/install | bash -s "bun-v1.4.4"
bun --version

Jika Bun dipasang melalui installer resmi dan ingin mengikuti rilis stabil terbaru, gunakan bun upgrade --stable. Untuk instalasi melalui package manager seperti Homebrew, perbarui lewat package manager yang sama. Samakan versi Bun di lokal dan CI, lalu periksa hasil instalasi, build, dan alur utama aplikasi sebelum mengganti runtime produksi.

Referensi